Sinyal Handphone Pendaki yang Hilang di Marapi Terlacak Tower Malalo
Bukittinggi (Koran-Cyber.com) – Dua pendaki M. Hafiz (19) warga Banto Darano Kelurahan Guguak Bulek Bukittinggi dan Alfian (16) warga Koto Marapak Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam yang hilang sejak naik gunung Marapi Selasa (19/6), sampai hari kelima dari tujuh hari tanggap darurat yang ditetapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam belum juga berhasil ditemukan.
Tanggap darurat yang ditetapkan pada Jumat (22/6) lalu menyisakan dua hari lagi efektivitas pencarian resmi yang ditetapkan pemerintah melalui BPBD Kabupaten Agam.
Kepala BPBD Agam Bambang Warsito kepada Koran-Cyber.com Selasa (26/6) menyebutkan, hari ini merupakan hari kelima pencarian, dan segala sumber daya telah dikerahkan. Jika sampai akhir tanggap darurat belum diizinkan oleh Allah pendaki ditemukan, kemungkinan penambahan waktu pencarian tinggal menunggu hasil koordinasi.
“Saat ini saya belum dapat mengambil keputusan,” ujarnya.
Berbagai bantuan dan tim penyelamat pun telah dikerahkan, terdiri dari berbagai elemen. Tak ketinggalan bantuan personil pun datang khususnya para pemuda Banto Darano, pemuda Lasi Canduang dan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Bambang juga mengatakan, perkembangan usaha tim di lapangan sampai saat ini sudah sangat maksimal, bahkan Sabtu (23/6) kemaren menurut pelacakan data GPS, sinyal handphone korban hilang masih terekam di tower daerah Malalo sekitar pukul 14.30 WIB.
“Informasi hari ini didapatkan pula tanda tumpukan sisa kayu bakar dan jejak sandal, pijakan kaki di sekitar Lakuak Munta, Guo inyiak Taruko,” katanya.
Terkait kesiapan tim di lokasi pencarian, Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BPBD Agam, Rinaldi menyebutkan, logistik dan tim masih terkendali dan siap, hingga Kamis (28/6) mendatang.
“Sementara pencarian hari ini masih dilakukan menyusuri daerah Pondok, Batu Sampik, dengan menyisiri aliran Batang Jabu kawasan Lumuik dan Parak Rotan,” katanya.
Rinaldi menambahkan, relawan juga membuat penginapan di ketinggian 1.700 mdpl pukul 19.00 WIB, guna mempermudah penyisiran lokasi yang diduga dilewati pendaki hilang yang hilang itu.
Dari kediaman keluarga korban Hafiz di Banto Darano, didapat kabar nomor handphone terakhir digunakan dengan nomor 083180619839. Harapan dengan teknologi lacak data GPS, keberadaan anak dan temannya yang hilang itu dapat ditemukan.
[budi akbar]
Comments
- No comments found


Leave your comments